PERANTAU
"Kesepian, kesendirian dan kerinduan adalah hal yang akrab dirasakan oleh kami anak rantau. Saat jauh dari orang tua, kami menyimpan permasalahan dan kerinduan kami sendiri tanpa harus bicara langsung pada mereka. Namun tidak pernah kami bagi keluh kesah yang terlalu berat itu.
Bila jauh dari orang tua, kami lebih memilih menceritakan
hal yang baik-baik saja. Sebab kami tidak mau permasalahan kami di
tanah rantau semakin membebani pikiran mereka."
Selain ibu yang melahirkan, ibu juga punya frekuensi batin yang kuat dengan anaknya. Ibu bisa merasakan apa yang kami rasakan.
Kesendirian
merupakan hal yang sering dirasakan kami anak rantau. Namun apa yang sedang
dirasakan sebenarnya ini jarang diungkapkan kepada orang tua. Bila tiba saatnya
berkumpul bersama keluarga, itulah kebahagiaan sejati yang sebenarnya. Sebab
ketika pulang kembali ke tanah rantau, tidak ada yang tahu apakah esok bisa
berkumpul kembali.
Dalam diam dan
kesepian, kami para perantau punya mimpi yang sangat besar. Tentu ada
pengorbanan yang akan dilakukan, salah satunya menahan rindu pada tanah
kelahiran. Dan kerinduan ini akan terbayar lunas saat pulang dan mengembangkan
tanah kelahiran sendiri. Tunggu saat itu tiba.
Menyisahkan uang agar mampu bertahan dikemudian hari adalah hal yang
biasa dilakukan oleh kami. tanggal-tanggal tua adalah saat dimana kami benar-benar kehabisan uang. terkadang hati mau mengadu kemereka, tapi kami juga tidak mau mereka bersedih dengan keadaan kami, hingga perasaan rasanya pasrah. Namun tak apa,
itu merupakan bagian dari proses kehidupan. Sebab, proses tidak akan pernah
mengkhianati hasil.
Saat sakit menerpa, jarang kami terus terang pada orang tua. Kami tidak mau
merepotkan orang tua dengan banyak keluhan ini dan itu. Bila ditanya mengenai
kabar, kami akan selalu menjawab bahwa kami selalu sehat. Kami tidak mau
menambah beban pikiran orang tua.
Inilah yang sebenarnya ada di hati kami anak rantau, menyelesaikan sendiri
setiap ujian kerikil tajam yang menyelimuti saya.
Kami mungkin punya mental yang jauh lebih kuat dibanding anak yang masih tinggal bersama orang tua. Setiap permasalahan yang ada kami hadapi dengan sendiri dan mandiri. Setiap kesepian yang datang kami lawan dengan ketegaran yang hebat. Bila rindu mengetuk hati, kadang hanya tangis yang kami tahan setiap malam.
Hanya orang tua hebat yang merelakan anaknya pergi merantau. Orang tua tahu bahwa sangat berat melepaskan anaknya pergi ke tanah orang. Tapi, disitulah kehebatan orang tua, melepaskan anaknya untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dibanding tinggal bersamanya. Kami menyadari bahwa kami punya orang tua yang hebat telah memberi sebuah kepercayaan besar pada kami untuk meraih kesuksesan di luar zona nyaman.
I Love You Mom
I Love You Father.
I Will Need You.
By. Putra Sabari

